Pentingnya pendidikan karakter untuk pembangunan bangsa agar
lebih maju dan segera bangkit dari keterpurukan. Program pendidikan karakter
dapat dinilai sebagai suatu upaya yang sangat strategis dan tujuan kedepannya
untuk membuka pintu bagi bangsa ini agar bisa lebih maju dan tidak ketinggalan
dari bangsa lain.
Bagaimana jadinya
jika bangsa ini tidak mengedepankan pendidikan dan
pembangunan karakter bangsa, juga tidak ada daya juang yang kuat yang di dorong
dari dalam diri tiap anak bangsa yang mempersatukan pemerintah dan rakyat.
![]() |
| proses pendidikan karakter |
Tempat yang paling tepat untuk
mendidik putra-putri Indonesia memiliki
kepribadian yang berkarakter adalah di sekolah. Sekolah merupakan tempat
yang sangat strategis untuk memulai pendidikan karakter. Karena masa-masa
sekolah merupakan masa pencarian jati diri. Maka dari itu sebaiknya merekan
dikenali pada jati diri yang agung. Dan karena dunia pendidikan diharapkan
sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga
anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang
harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Nagara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah
menjadi kesepakatan bersama.
Dari mana asalmu tidak
penting, Ukuran tubuhmu juga tidak penting, Ukuran Otakmu cukup penting, ukuran
hatimu itulah yang sangat penting karena otak (pikiran) dan kalbu hati yang
paling kuat menggerak seseorang itu bertutur kata dan bertindak yang mengandung
nilai kejujuran, integritas, komitmen, kedisipilinan, visioner, dan
kemandirian.
Sejarah memberikan pelajaran
yang amat berharga, betapa perbedaan, pertentangan, dan pertukaran pikiran
itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Melalui
perdebatan tersebut kita banyak belajar, bagaimana toleransi dan keterbukaan
para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat
itu. Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat
keinginan para Pemimpin Bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas
kebangsaan, sehingga perbedaan-perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka.
Karena itu pendidikan karakter
harus digali dari Pancasila, dan UUD 1945. Sejarah Indonesia memperlihatkan
bahwa pada tahun 1928, ikrar “Sumpah Pemuda” menegaskan tekad untuk membangun
nasional Indonesia. Mereka bersumpah untuk berbangsa, bertanah air, dan
berbahasa satu yaitu Indonesia. Ketika merdeka dipilihnya bentuk negara
kesatuan. Kedua peristiwa sejarah ini menunjukan suatu kebutuhan yang secara
sosio-politis merefleksi keberadaan watak pluralisme tersebut. Kenyataan
sejarah dan sosial budaya tersebut lebih diperkuat lagi melalui arti simbol
“Bhineka Tunggal Ika” pada lambang negara Indonesia.
”Pendidikan Karakter Untuk
Membangun Keberadaban Bangsa”, adalah kearifan dari keanekaragaman nilai dan
budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika seseorang
membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural
yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harus diletakkan pada posisi yang
tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan
keagamaan. pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas
implementasinya, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol
atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa
Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar